Theresia Suharti adalah putri kedua dari seniman karawitan Sastrapustaka. Lahir di Yogyakarta 59 tahun yang lalu. Alumni Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta ini adalah dosen senior di Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta.
Bagi masyarakat Jawa, istilah candi dipergunakan untuk memberi istilah pada bangunan peninggalan sejarah dari jaman Hindu dan Buddha di Jawa. Istilah candi berasal dari kata Candika, yaitu salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi Kematian. Oleh karenanya, sering muncul anggapan bahwa candi selalu berkaitan dengan kematian.
Bulan Desember 2006, untuk kesekian kalinya Galeri Video Foundation bekerjasama dengan Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta mendokumentasikan tari tradisi dalam format videografi. Kali ini dalam sebuah pagelaran yang menampilkan 5 orang maestro tari tradisi Indonesia.
Namanya adalah Ida Bagus Oka Wirjana, lahir di Blangsinga 77 tahun yang lalu. Sejak kecil belajar menari pada pamannya sendiri yaitu Ida Bagus Kompyang. Semasa kecil dia melihat Bapak Mariya menari Kebyar Duduk, di Tabanan. Sejak itu dia terdorong untuk mempelajari tarian tersebut.
Mimi Sutini bersama sejumlah seniman Jogja setelah menyajikan Tari Kelana Rahwana Gaya Kalianyar Cirebon dalam Pagelaran Sang Maestro (Desember, 2006) yang didokumentasikan oleh Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta bekerjasama dengan Galeri Video Foundation.
Semenjak tahun 1958 beliau belajar tari topeng pada para tokoh tari yang terkenal, yaitu Bapak Sarmudi dan Bapak Tirtonoto. Dari kedua beliau itulah pada akhirnya Kari muda tertempa pengalamannya dan terbentuk ketrampilan olah tubuhnya, sehingga mampu menguasai berbagai bentuk tari topeng gaya Malangan.