Archive for the ‘dinasti syailendra’ tag

April 24th, 2010   •   Asides •  

Gunung Merapi ‘Batuk-batuk’ Menjadi Aset Pariwisata

Gunung Merapi

Bila terdengar suara gamelan, biasanya akan terjadi ‘apa-apa’ di sekitar Gunung Merapi. Bagi penduduk di sekitarnya, gunung berapi aktif ini mempunyai keunikan dan kisah-kisah mistik yang menarik. Mbah Maridjan, Juru Kunci Merapi, sudah sangat terbiasa dan tenang menghadapi perilaku Gunung Merapi. Bagi Mbah Maridjan, Gunung Merapi yang tengah ‘batuk-batuk’ belum tentu akan meletus.

Merapi punya sejumlah ‘mongso’. Jika perilakunya belum terjadi pada ‘mongso’ tertentu, maka peristiwa tidak lazim seperti ‘batuk-batuk’-nya Gunung Merapi masih dianggap hal biasa dan tidak akan segera meletus. Uniknya, masyarakat di sana lebih percaya pada Ilmu Merapi Mbah Maridjan ketimbang penjelasan para pakar gunung berapi dan petugas Pos Pengawas Gunung Merapi.

Prof. Dr. M. Bambang Pranowo menulis tentang Gunung Merapi di Harian Suara Merdeka edisi 24 april 2006 [Selengkapnya …]

ShareThis

September 6th, 2009   •   Arkeologi •  

Peninggalan Peradaban Jawa Kuno

Situs purbakala yang menjadi peninggalan peradaban Jawa Kuno  tersebar di berbagai tempat di bagian tengah Pulau Jawa, mulai dari Dataran Tinggi Dieng hingga ujung gugusan pegunungan kapur di sisi selatan pulau Jawa, yang disebut Dataran Tinggi Siwa.

Di seputar dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah terdapat sejumlah candi yang beraliran Siwa. Candi-candi ini tidak terkumpul dalam satu kelompok, namun tersebar dalam kawasan yang luas. Nama-namanya diambil dari nama tokoh pewayangan, seperti Candi Bima, Candi Srikandi, Candi Abiyasa, Candi Gatotkaca, Candi Nala Gareng, dan sebagainya. Candi-candi ini kemungkinan berasal dari abad ke-7 hingga abad ke-8 masehi. Keberadaannya ditempat yang tinggi berhubungan dengan kepercayaan nenek moyang bahwa orang-orang yang telah meninggal terdpat di tempat yang tinggi, surga. Dan sebagaimana diyakini, candi berfungsi sebagai tepat penyimpanan abu orang yang meninggal. Read more …

ShareThis