<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suara Jogja Online &#187; 1958</title>
	<atom:link href="http://suarajogja.net/tag/1958/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suarajogja.net</link>
	<description>Online Media, Citizen Journalism</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Oct 2011 23:06:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mbah Kari, Sang Maestro Tari Topeng Malang</title>
		<link>http://suarajogja.net/2007/01/mbah-kari-sang-maestro/</link>
		<comments>http://suarajogja.net/2007/01/mbah-kari-sang-maestro/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 16:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Yuniarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seniman & Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[1958]]></category>
		<category><![CDATA[galeri video foundation]]></category>
		<category><![CDATA[gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[glagahdawa]]></category>
		<category><![CDATA[gunungsari]]></category>
		<category><![CDATA[jabung]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jurusan tari isi]]></category>
		<category><![CDATA[maestro]]></category>
		<category><![CDATA[mbah kari]]></category>
		<category><![CDATA[mbah rasimun]]></category>
		<category><![CDATA[partajaya]]></category>
		<category><![CDATA[sarmudi]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tari topeng malang]]></category>
		<category><![CDATA[tirtonoto]]></category>
		<category><![CDATA[topeng malangan]]></category>
		<category><![CDATA[wayang topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wirabakti]]></category>
		<category><![CDATA[wiraga]]></category>
		<category><![CDATA[wirama]]></category>
		<category><![CDATA[wirasaning joged]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarajogja.net/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak tahun 1958 beliau belajar tari topeng pada para tokoh tari yang terkenal, yaitu Bapak Sarmudi dan Bapak Tirtonoto. Dari kedua beliau itulah pada akhirnya Kari muda tertempa pengalamannya dan terbentuk ketrampilan olah tubuhnya, sehingga mampu menguasai berbagai bentuk tari topeng gaya Malangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di pelosok sebuah desa di Kabupaten Malang, sekelompok seniman asyik berlatih tari topeng dan menabuh gamelan. Sementara yang lain dengan tekun memahat dan mengukir kayu untuk dibuat topeng. Ketekunan yang dilandasi oleh semangat pengabdian dan kesetiaan pada tradisi topeng yang diwarisi dari nenek moyangnya, merupakan ciri khas perilaku berkesenian dari para seniman desa tersebut, seniman desa Jabung. Di antara mereka yang sedang berlatih tari, tampak seorang pria lanjut usia dengan penuh semangat melatih para penari usia muda, memberikan contoh ragam-ragam gerak tari topeng Malangan versi Jabung. Beliau itulah yang dikenal dengan nama Kari atau mbah Kari, pria yang dilahirkan 70 tahun yang lalu di desa Jabung, Malang. <span id="more-31"></span></p>
<p>Semenjak tahun 1958 beliau belajar tari topeng pada para tokoh tari yang terkenal, yaitu Bapak Sarmudi dan Bapak Tirtonoto. Dari kedua beliau itulah pada akhirnya Kari muda tertempa pengalamannya dan terbentuk ketrampilan olah tubuhnya, sehingga mampu menguasai berbagai bentuk tari topeng gaya Malangan. Untuk lebih mematangkan dalam penguasaan wiraga, wirama dan wirasaning joged, Kari juga belajar pada mbah Rasimun, seorang penari topeng dari desa Glagahdawa, Malang. Tidak mustahil kalau pada akhirnya beliau lebih dikenal memiliki peran “serabutan”, artinya tokoh apapun pada dasarnya mampu beliau kuasai dan diperankan. Ketika pada akhirnya sudah mampu menguasai tari topeng Malang, Kari kemudian bergabung dengan Paguyuban Wayang Topeng Wirabakti di desa Jabung. Semenjak itu pula beliau tidak pernah berhenti “naik pentas”, mulai dari pentas dari desa ke desa yang pada waktu itu biasa ditempuh dengan jalan kaki, sampai pada pentas di festival-festival seni pertunjukan tradisi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.</p>
<h4>Dalam Pagelaran Sang Maestro (Desember, 2006) yang didokumentasikan oleh Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta bekerjasama dengan <a href="http://galerivideo.org">Galeri Video Foundation</a>, Mbah Kari menyajikan Topeng Malang Gunungsari Patrajaya.</h4>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarajogja.net/2007/01/mbah-kari-sang-maestro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

