19 Tari Klasik Gaya Yogyakarta dari Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa

Serimpi Pandelori | YPBSM

Beksan Serimpi Pandelori sajian Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM) nDalem Pujokusuman dalam Pentas Rutin Tari Klasik Gaya Yogyakarta di Keraton Kasultanan Yogyakarta (Bangsal Srimanganti, Minggu, 21 Pebruari 2010).

Dalam lembar panduan yang diterbitkan Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM), ada 19 tarian klasik gaya Yogyakarta yang secara bergilir disajikan dalam pementasan rutin di Dalem Pujokusuman, Yogyakarta. 2 atau 3 dari ke-19 tarian lepas ini menjadi sajian pembuka menjelang dipentaskannya Sendratari Klasik Ramayana (Gaya Yogyakarta). Sendratari ini secara rutin dipentaskan 2 kali seminggu, setiap hari Selasa dan Jum’at. Untuk dicatat, pasca terjadinya bencana Gempa Bumi di Jogjakarta pada tanggal 27 Mei 2006, pementasan tersebut sempat terhenti karena rusaknya pendopo dan Dalem Pujokusuman yang menjadi arena pementasannya.

Ke-19 tari klasik tersebut adalah:

Golek: Tarian ini menampilkan daya tarik dan keindahan seorang perempuan yang mempercantik diri.

Sekar Pudyastuti: Tarian ini merupakan tarian penyambutan yang khusus dan juga menampilkan gerakan tarian gaya perempuan Yogyakarta yang anggun.

Golek Retno Adaninggar: Ditampilkan dengan gaya Golek Menak yang diadaptasi dari wayang golek. Tarian Solo ini menggambarkan masa ketika putri China, Retno Adaninggar menyadari penangkapan orang-orang yang dikasihi oleh musuhnya. Mulai dari itu dia bersiap-siap untuk ikut ke medan pertempuran.

Topeng Putri Kenakawulan: Tari topeng ini diadaptasi dari kisah Panji pada abad ke-15 dan menggambarkan putri Kenakawulan yang jatuh cinta dengan Carangwaspa.

Klono Alus Jungkungmandeya: Tarian ini diadaptasi dari kisah Mahabarata yang menggambarkan pangeran muda Jungkungmandeya yang jatuh cinta dengan istrinya tercinta Srikandi. Tarian ini merupakan contoh yang bagus untuk tari gaya alus.

Klono Gagah Dasawasisa: Tarian ini diadaptasi dari kisah Mahabarata dan menggambarkan Raja Dasawasisa yang sedang dimabuk cinta pada Wara Sumbadra.

Topeng Klono Alus: Tari topeng ini diadaptasi dari cerita Panji abad ke-15 dan menggambarkan pangeran muda Gunungsari yang sangat jatuh cinta dengan Ragil Kuning.

Topeng Klana Gagah: Tari topeng ini diadaptasi dari cerita Panji abad ke-15 dan menggambarkan Raja Sewandana yang sedang dimabuk cinta pada Candrakirana.

Beksan Topeng | Jogja

Beksan Topeng Gunungsari-Surawasesa sajian Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM) nDalem Pujokusuman dalam Pentas Rutin Tari Klasik Gaya Yogyakarta di Keraton Kasultanan Yogyakarta (Bangsal Srimanganti, Minggu, 21 Pebruari 2010).

Jaka Tarub – Nawangwulan: Pada suatu hari anak muda yang bernama Jaka Tarub berburu burung dan melihat bidadari cantik turun dari khayangan mandi di danau di hutan. Dia bersembunyi dan mengintip bidadari Nawangwulan dan jatuh cinta. Ketika Nawangwulan sedang mandi Jaka Tarub mencuri pakaiannya. Dia kembali ke tempat persembunyiannya dan membuat keonaran untuk menakuti Nawangwulan. Tetapi Nawangwulan tidak bisa menemukan pakaiannya dan tidak bisa kembali ke khayangan. Merasa sedih dan kesepian dia menangis. Jaka tarub mengembalikan pakaiannya dan memeri nama Nawangwulan. Cerita ini merupakan bagian dari legenda rakyat.

Retna Dumilah – Panembahan Senopati: Pada abad ke 7 di Jawa, Panembahan Senopati Kerajaan Mataram berperang. Tarian ini berdasar pada suatu peperangan. Raja Madiun yang kalah memberi anak perempuannya Retno Dumilah sebuah keris ampuh untuk membunuh Senopati. Retno Dumilah hampir melaksanakan tugasnya sampai ketika dia menghunus kerisnya. Senopati tidak melawan menggunakan senjata. Dia mendekati Retno Dumilah dengan penuh perasaan. Hal ini mematahkan kekuatan keris Retno Dumilah dan dia menjadi istri Senopati.

Srikandi – Larasati: Selama masa menjelang pernikahannya dengan Arjuna dia setuju untuk melakukan kontes untuk membuktikan kekuatannya. Larasati menantangnya dan dalam kekalahannya Srikandi memaksanya untuk menikah dengan Arjuna.

Srikandi – Suradewati: Karena termakan gosip Srikandi menjadi cemburu pada putri Suradewati dan menantangnya bertanding. Suradewati kalah dan Srikandi menang.

Sirtupilaeli – Sudarawerti: Dalam pertempuran untuk memutuskan siapa yang akan menikah dengan Menak kedua ksatria perempuan ini kalah ataupun menang keduanya akan menjadi istrinya Menak.

Rengganis – Widaninggar: Putri China Widaninggar mau membalas dendam atas kematian saudaranya yang mati dalam pertempuran memperebutkan cinta Menak. Tetapi Widaninggar dikalahkan oleh saudara ipar pembunuh saudaranya yaitu Rengganis.

Umarmaya – Umarmadi: Raja Umarmadi pertama harus mengalahkan Kepala penasehat Umarmaya  sebelum dia dapat mengalahkan Menak. Umarmadi kalah tetapi kemudian dia dan Umarmaya menjadi teman yang baik.

Beksan Senggana – Saksadewa: Tarian ini merupakan bagian dari Ramayana yang disebut “Senggana Duta”. Sri Rama memberi Senggana, monyet putih tugas untuk mencari istri Rama, Dewi Sinta. Senggana menemukan Sinta dan agar bertemu dengan Rahwana dia menghancurkan Argasaka. Raksasa Saksadewa anak Rahwana menjadi marah dan ingin menangkap Senggana tetapi terbunuh selama pertempuran.

Beksan Gathutkaca – Pregiwa: Menggambarkan bagian dari kisah Mahabharata. Gathutkaca mengungkapkan pada Pregiwa bahwa dia jatuh cinta padanya. Pregiwa menerima cintanya dan berjanji untuk setia sehidup semati.

Beksan Carangwaspa – Kenakawulan: Cerita ini diambil dari cerita Panji. Dewi Kenakawulan dari Manggada ingin menguji kekuatan Raden Panji Carangwaspa. Jika dapat mengalahkannya dia akan menjadi istrinya.

Beksa Umarmaya – Jayengpati: Tarian ini merupakan bagian dari cerita Menak. Prabu Jayengpati Raja dari Tunjungyaban telah mencuri pusaka “Sonsong Tunggalnaga” dari pemiliknya Wong Agung Jayengrana. Adipati  Umarmaya dari negeri Puserbumi mencoba untuk merebut pusaka dan mengembalikan pada Wong Agung Jayengrana. Dia berhasil melakukannya dengan mengalahkan Prabu Jayengpati Raja.

Sumber: Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM), Yogyakarta.

Comments

comments



9 Comments

  1. Bancakismaya wrote:

    kok taksih kirang mas. onten tari sing mesti ajeg metu. tari kecingkrangan. tegese kok nggih taksih wonten sing kirang apal, kirang pas dapukane, kirang pas kostume. sebenarnya masih banyak yang sering dipentaskan waktu itu, sayang sejak gempa sudah jarang pentas.

  2. Dian T Indrawan wrote:

    kok mboten wonten klono topeng njih?? menawi diralat mungkin, klono topeng merupakan tarian klasik saking jogja alias gaya jogja. mungkin saget ditambah ing informasi nipun.

  3. Agus Yuniarso wrote:

    @dian: mBokmenawi ingkang dipun maksud Topeng Kelana Gagah punika …

  4. kristi wrote:

    to whom it may concern,
    bisa minta informasi untuk yang mau belajar menari jawa tidak untuk sebagai penari profesional bisa tidak ya, di tempat ini, jadi, hanya sekedar belajar menari (olah gerak) matur nuwun, di tenggo infonya…:)

  5. Sasa_andari wrote:

    ada videonya nggak? pengen nonton tapi ga sempat ke sana.

  6. andre wrote:

    ada yang bisa bantu saya.. dimana alamatnya YPBSM.

    Andre,

    Batama

  7. alamat YAYASAN PAMULANGAN BEKSA SASMINTA MARDAWA ada di nDalem pujokusuman yogyakarta.ato pojok beteng wetan.

    bsa di liat juga blognya yg bralamat di http://www.romosasdance.wordpress.com

  8. Sugeng sonten , nyuwun pirsa mbokbilih bade sinau njoged klono topeng dateng jakarta menopo wonten nggih ? kepareng nyuwun alamat ipun . nuwun

  9. rara wrote:

    salah deh keterangan yg srikandi suradewati. harusnya kan mereka bertengkar karena memperebutkan dewi siti sendari yang saat itu sudah menjadi istri arjuna tapi hendak diambil suradewati untuk dinikahkan denngan saudaranya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.