Paprika Big Family

Jika melihat warna buah Paprika yang begitu indah memikat, apa yang terlintas di benak Anda?

Hijau, kuning dan merah. Entah mengapa, asosiasi saya langsung tertuju ke warna-warna khas partai politik di Indonesia pada masa Orde Baru. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan warna hijaunya, Golongan Karya dengan kuning khasnya dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dengan merahnya. Entahlah, apakah saat itu warna buah Paprika memang menginspirasi warna partai politik kita atau tidak. Atau, mungkinkah Sang Penguasa begitu menggemari sedapnya masakan buah Paprika? Mungkinkah juga, jika ada Paprika berwarna biru, kemudian di jaman itu kemudian akan ada 4 partai – yang mana salah satunya dengan warna dasar biru?

Ah, ini hanya imajinasi yang melanglang buana. Lupakan saja. Toh Anda juga boleh mengasosiasikan warna-warna ini sebagai warna traffic-light.

Paprika (Capsicum annuum L.) – yang buahnya juga sering disebut sebagai Bellpepper karena bentuknya yang menyerupai lonceng – berasal dari Amerika Selatan, meski kini telah tersebar luas dan dibudidayakan di hampir semua daerah tropika dan subtropika. Tumbuhan dari suku terong-terongan (Solanaceae) ini menghasilkan buah yang berasa manis dan sedikit pedas yang sering dipergunakan sebagai campuran salad atau pizza.

Meski lebih sering kita jumpai Paprika berwarna hijau, kuning dan merah, namun di pasaran juga bisa ditemukan Parpika berwarna oranye dan ungu. Dilihat dari warnanya, semakin merah warnanya, semakin tinggi kandungan betakaroten dan likopennya. Kedua senyawa ini sangat terkenal sebagai zat anti oksidan yang membantu mengurangi resiko terkena penyakit kanker. Zat aktif capsaicin dalam paprika efektif mengatasi gangguan sistem pernapasan, bronkitis, dan sinisitis.