April 26th, 2010   •   Asides •   View Comments •  

Pajimatan Imogiri, Makam Para Raja Mataram

Makam Pajimatan Imogiri terletak di Desa Pajimatan, Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Posisinya berjarak sekitar 17km arah tenggara Kota Yogyakarta. Makam seluas 10 hektar ini terletak di atas Bukit Merak setinggi 35-100 meter dari atas permukaan laut. Lokasi makam harus ditempuh menaiki jalan bertangga yang cukup tinggi, dengan jumlah sekitar 364 anak tangga.

Makam ini dibangun pada tahun 1645 oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja ketiga Dinasti Mataram Islam. Tempat ini kemudian dikenal dengan nama Pajimatan Imogiri, dimana Sultan Agung dimakamkan ketika wafat pada tanggal 6 April 1645. Makam Sultan Agung sendiri menjadi induk makam dan disebut Kasultanangungan, terletak di bagiah tengah paling atas.

Pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, Makam Imogiri pun dibagi menjadi 2 bagian. Bagian sebelah barat dipergunakan sebagai makam raja-raja Kasunanan Surakarta yang dianggap lebih tua. Sementara bagian sebelah timur dipergunakan sebagai makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta. Semua raja-raja Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta disemayamkan di makam ini, kecuali Sri Sultan Hamengkubuwono II yang dimakamkan di Kotagede.

Makam Imogiri mengalami pemugaran pada masa Sultan Hamengku Buwono VI dan Sultan Hamengku Buwono VII, dimulai sejak tahun 1890. Pemugaran ini menambahkan elemen dekoratif bernuansa Bali, karena para pekerja pemugaran kebanyakan berasal dari Pulau Bali.

Di Depan gerbang Makam Kasultananagungan terdapat 4 buah tempayan berukuran besar. Tempayan di sisi paling kiri bernama Nyai Danumurti yang berasal dari Sriwijaya (Palembang). Di sebelah kanannya diberi nama Kyai Danumaya yang berasal dari Aceh. Tempayan berikutnya bernama Kyai Mendhung, berasal dari Ngerum, Istambul (Turki). Tempayan di sisi paling kanan bernama Nyai Siyem yang berasal dari Siam (Thailand). Keempat tempayan ini hanya dikuras setahun sekali pada bulan Sura atau Muharram.

Makam Suci Imogiri dibuka setiap hari Senin jam 10.00-13.00, Jum’at jam 13.30-16.00, tanggal 1 dan 8 bulan Syawal jam 10.30-13.00, serta tanggal 10 bulan Besar jam 10.30-13.00. Selama bulan Ramadhan (Poso), makam ini ditutup untuk umum.

ShareThis

blog comments powered by Disqus